BAB 1
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Permasalahan yang berhubungan dengan filsafat kehidupan dan tujuan penciptaan bukanlah hal baru bagi manusia, dan di sepanjang sejarah pada setiap masyarakat terdapat banyak individu mengkaji tema ini, hal ini nampak dari perspektif dan amal perbuatan mereka yang beragam. Jawaban yang memuaskan atas persoalan ini banyak dijumpai dibeberapa karya para filosof dan pemikir lainnya. Usaha cemerlang dari para filosof Yunani, pemikir Romawi dan para teolog dari mazhab-mazhab yang besar tentang penafsiran atas kehidupan hakiki manusia, ini juga merupakan dalil yang jelas untuk menetapkan bahwa persoalan tersebut telah direnungkan secara mendalam. Berdasarkan realitas ini, permasalahan tentang filsafat penciptaan dan tujuan kehidupan dalam konteks sejarah sejalan dengan peradaban manusia itu sendiri. Meskipun belum terdapat pembahasan tersendiri secara mendetail yang berhubungan dengan filsafat dan tujuan penciptaan pada tiga abad terakhir, dan pada masa kini hal tersebut telah dijadikan tema mandiri dan dikaji secara mendetail danhangat.
Kehangatan pembahasan tema ini pada zaman moderen karena tidak tercapainya harapan kemanusian yang diamanatkan kepada ilmu dan teknologi, walaupun apa yang telah dicapai sekarang ini berada kurang kebih pada puncak kesempurnaan material, teknologi dan informasi, tetapi peradaban manusia dari dimensi psikologi dan spiritual mengalami kemunduran yang luar biasa dimana belum pernah diprediksi oleh manusia sendiri.
Kezaliman, ketidakadilan dan penderitaan umat manusia yang terjadi pada masa kini jauh lebih buruk dan menakutkan dari apa yang terjadi pada masa lampau, manusia lebih rendah daripada binatang dan lebih licik dari iblis.
Kita mengetahui bahwa untuk membahas setiap pokok masalah langkah pertama yang diambil adalah meneliti dan mengkaji secara tepat substansi dan latar belakang munculnya tema permasalahan dari semua aspek dan dimensi. Begitu banyak kritikan dan sanggahan atas pembahasan yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam keberadaan karena dipengaruhi oleh faktor ketiadaan pengamatan dan pengkajian yang tepat atas latar belakang permasalahan.
Oleh karena itu, untuk mengenal dan mengungkap rahasia filsafat penciptaan dan tujuan hakiki kehidupan manusia maka yang pertama harus dilakukan adalah mengkaji faktor-faktor dan motivasi-motivasi yang menyebabkan manusia lebih terdorong untuk memperhatikan dimensi filsafat penciptaan dan tujuan kehidupannya.
Dalam hal ini, adalah suatu kekeliruan apabila kita memandang bahwa solusi dari setiap masalah-masalah yang berkaitan dengan esensi manusia sama dengan kita menarik suatu garis lurus untuk menghubungkan antara titik awal dan titik akhir. Yang terbaik adalah memaparkan hal-hal yang substansial dan esensial kemudian mencari solusinya yang tepat. Di bawah ini akan kami jabarkan secara terperinci berbagai latar belakang dan alasan-alasan manusia untuk mesti berpaling dan merenungkan kembali filsafat penciptaan dan tujuan kehidupannya.
BAB II
PEMBAHASAN
1) Pengertian Potensi Manusia
Manusia diciptakan sebagai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan Tuhan lainnya karena dibekali berbagai macam potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tidak tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar. Kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.
Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, Tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi: potensi jasmani (fisik), ruhani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.
Ketiga potensi tersebut saling menunjang dan melengkapi, tetapi dari ketiga komponen itu, potensi spiritual dan akal memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan seseorang dalam kehidupan, sebab dari kedua potensi itulah manusia akan tahu kemana akan melangkah, apa yang diinginkan, dan apa yang harus dilakukan. Potensi fisik hanya menunjang kedua potensi tersebut agar lebih sempurna, walau peranannya juga tidak bisa disepelekan.
Banyak orang yang mengeluh ketika dikaruniai fisik yang kurang sempurna. Mereka merasa seakan-akan hidupnya tidak berguna. Akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berputus asa dan menjadi beban bagi orang lain. Mereka melupakan potensi akal dan spiritual yang dikaruniakan Tuhan. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada banyak orang-orang yang luar biasa, mereka dikaruniai keterbatasan fisik, tetapi justru dengan itulah mereka dapat menghasilkan prestasi yang mengagumkan. Mereka menjadikan keterbatasan mereka sebagai motivasi untuk meraih prestasi tinggi. Seperti Hirotada Ototake, orang Jepang yang ketika dilahirkan tidak mempunyai tangan dan kaki tetapi ia tidak pernah menyerah, ia berusaha untuk hidup normal dan berprestasi. Ia pernah menjadi ketua OSIS di SMAnya, menjuarai kontes bahasa Inggris, dan berhasil masuk di salah satu perguruan tinggi terbaik di Jepang. Saat ini ia merupakan seorang motivator laris dan menulis buku berjudul “No One’s Perfect”.
Apapun adanya diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat membara, dan kebiasaan bertindak, dan ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa yang kita inginkan.
Berikut ini kendala manusia dalam meraih potensi-potensinya :
1. Kehidupan Dunia yang Trasient
Mayoritas manusia ketika memandang aspek ketaklanggengan (transient), ketidakabadian, dan keterbatasan kehidupan di dunia ini lantas melahirkan pertanyaan-pertanyaan tentang filsafat penciptaan dan tujuan kehidupan. Semua kebahagiaan, kenikmatan, dan kebaikan di dunia ini mesti mengalami kefanaan, kehancuran, dan kepunahan. Tak satupun dari perkara dan realitas kehidupan yang abadi dan langgeng. Inilah sebuah kenyataan yang tak satu pun manusia mengingkarinya.
Di lubuk hatinya yang terdalam ia bertanya: Apakah tujuan dan arah kehidupan? Apakah hakikat penciptaan alam yang tak abadi ini? Apakah makna dan nilai-nilai kehidupan di dunia ini? Apakah substansi dan esensi kehidupan material ini? Apakah yang diinginkan dari kehidupan seperti ini? Apakah masa kanak-kanak harus berakhir dengan masa remaja? Apakah masa remaja mesti berujung pada masa dewasa dan masa tua? Bukankah setelah semua penderitaan, kesedihan, dan kemalangan yang di alami manusia di dunia ini berakhir niscaya beralih pada kebahagiaan, kegembiraan, dan keberuntungan manusia? Bagaimana dengan segelintir manusia yang selama hidupnya senantiasa mengalami penderitaan dan kezaliman?.
Pada dasarnya manusia senantiasa merindukan kesempurnaan, kebaikan, dan kebahagiaan hakiki, apabila ia telah mendapatkan apa yang dicita-citakan, maka mustahil ia menanyakan dan merenungkan kembali hal-hal yang berhubungan dengan hakikat hidup, filsafat penciptaan, dan tujuan kehidupan.
2. Misteri Kematian
Kehidupan setiap manusia, baik yang dijalani dengan penuh kebahagiaan dan kegem biraan atau dilalui dengan segala penderitaan, kemalangan, dan kezaliman harus berujung dan berakhir dengan realitas kematian. Kematian merupakan suatu kenyataan yang tidak mungkin dipungkiri dan mustahil ditolak oleh semua manusia bahkan oleh setiap makhluk. Seluruh manusia jujur berkata bahwa satu-satunya kenyataan dalam catatan kehidupan mereka adalah kematian.
Ketika manusia melihat kehidupannya sendiri, ia mendapatkan kehidupannya yang harus berujung pada gerbang kematian. Ia lantas merenung bahwa mengapa kehidupan dunia ini tercipta dan setelah menjalaninya untuk beberapa waktu lamanya dalam kubangan lumpur penderitaan mesti berakhir pada kematian? Kenapa tidak dari awalnya kehidupan alam materi ini dibentuk secara abadi dan berkepanjangan? Apakah permainan kehidupan ini yang ujungnya adalah kematian mempunyai arah dan tujuan? Apakah substansi dan esensi kehidupan?
Begitu banyak manusia yang dapat kita saksikan bagaimana dalam kehidupannya bersikap acuh tak acuh terhadap hakikat dan tujuan penciptaan, tetapi ketika mendengar atau menyaksikan langsung kematian salah satu dari keluarga yang dicintainya maka ia seketika tersentak dan kemudian larut merenungan kembali tentang filsafat penciptaan dan tujuan kehidupan manusia di dunia ini.
3. Kegagalan dalam Cita-Cita
Pengaruh yang cukup besar dalam upaya mengalihkan manusia untuk kembali merenungkan tentang tujuan hakiki kehidupan dunia adalah ketika manusia menghadapi beragam kegagalan dan putus asa dalam menggapai cita-cita dan keinginan duniawi.
Dalam menjalani kehidupan di alam fana ini manusia diharuskan merancang cita-citanya yang relatif itu dan kemudian berupaya untuk mencapainya dengan segala kemampuan yang ada padanya. Tetapi sangat disayangkan, manusia yang semestinya menjadikan cita-cita yang relatif itu sebagai perantara meraih tujuan hakiki dan filsafat kehidupan, hanya akan berpaling kepada cita-cita hakiki ketika mulai terjebak dan tersudut di pojok kehidupan, putus asa, dan tak mampu lagi berbuat yang terbaik bagi kehidupan duniawinya.
Point yang perlu juga diperhatikan di sini berhubungan dengan perenungan kembali persoalan hakikat dan filsafat penciptaan adalah ketinggian cita-cita seseorang. Sebagai contoh, seorang musafir yang menentukan tujuan perjalanannya pada wilayah tertentu dalam waktu yang terbatas. Ketika ia tidak dapat mencapai tujuan perjalanannya itu terkadang ia merenung sejenak mengenai arti kehidupan dan tujuan manusia dihamparan kehidupan alam materi ini. Tapi manusia seperti ini, ketika waktu berlalu dan mendapatkan lagi sebuah keinginan baru yang menggantikan cita-citanya yang dulu, maka ia kembali lupa dan tidak menghiraukan lagi tujuan hakikinya yang dulu ia tetapkan.
Hal ini berbeda dengan seorang kaya dan berilmu yang mematok cita-cita duniawi setinggi langit dan kemudian berupaya di sepanjang umurnya dengan mengerahkan segala potensi yang dimilikinya dalam mencapai cita-citanya tersebut. Apabila telah bertahun-tahun lamanya berusaha namun apa yang dicita-citakannya sama sekali tak kunjung tercapai, ia malah semakin bangkrut dan akhirnya putus asa. Dalam keputus-asaannya, ia menggugat peran kekayaan dan keilmuannya yang tidak dapat menafsirkan secara benar dan bisa mengantarkan kehidupannya kepada apa-apa yang dicita-citakan, di saat seperti ini, terkadang akan mengarahkan pikiran-jernih dan menggoyah kesadaran batinnya untuk kembali merenungkan tujuan hakiki kehidupan dan filsafat penciptaan.
4. Kondisi Kehidupan Sosial yang Tak Menguntungkan
Keadaan kehidupan masyarakat yang sarat dengan problem dan masalah yang sulit mencari solusi dan pemecahannya merupakan salah satu faktor yang dapat membuat manusia kembali merenungkan makna kehidupan dan tujuan penciptaannya.
Seorang miskin yang jauh dari kenikmatan kehidupan duniawi, kehidupannya dijalani dengan segala penderitaan, usaha keras dan banting tulang dari pagi hingga malam hari terus mencari sesuap nasi dan memenuhi segala kebutuhan primernya, orang seperti ini yang hanya mendapatkan penderitaan dan kemalangan hidup niscaya akan merenungkan kembali makna dan arti kehidupan. Mengapa kita mesti hadir di dunia ini sehingga harus menjalani kehidupan dengan penuh penderitaan dan kemalangan?
Sudah tentu ada diantara orang-orang yang tidak mendapatkan hak-haknya, tidak berhasil, dan tidak rela dengan keadaan hidupnya di dunia ini pasti akan melontarkan perkataan tentang arah dan tujuan kehidupan duniawi. Tapi kalau diperhatikan sejenak, begitu banyak orang-orang seperti ini bila meraih apa yang dikehendakinya di dunia ini kemungkinan besar tidak memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan makna dan tujuan penciptaan, karena mereka sesungguhnya hanya menginginkan perubahan kondisi kehidupan duniawinya dan lantas menempatkan secara salah pertanyaan tentang tujuan hidup.
5. Pertanyaan Hakiki tentang Filsafat Penciptaan
Hal-hal yang dikemukakan di atas belumlah menyentuh jawaban hakiki dari permasalahan tujuan kehidupan dan filsafat penciptaan, mereka yang mencari jawaban itu pada dasarnya hanyalah bersifat aksidental karena penderitaan hidup senantiasa meliputi diri mereka. Tapi bagi mereka yang tidak lagi dipengaruhi oleh watak kehidupan material dan bahkan menguasai seluruh sendi kehidupan duniawi, memandang kehidupan dunia ini dan segala realitas keberadaan niscaya akan mendapatkan jawaban hakiki atas pertanyaan tentang filsafat hidup dan tujuan penciptaan tersebut.
Memandang kehidupan dunia ini secara hakiki, hanya bisa dirahi ketika manusia lepas dari pengaruh emosional dan kejiwaan yang menimpa kehidupan dunianya dan melihatnya dengan jiwa yang suci dan perenungan rasional, dengan demikian ia akan mencapai masalah yang hakiki mengenai tujuan penciptaan dan jawaban atasnya.
Sesungguhnya jawaban atas masalah tersebut ada dalam jiwa setiap manusia, tujuan dan filsafat penciptaan tidak terletak di dalam kehidupan material dan fenomena-fenomena lahiriah seperti makan, minum, dan tidur serta kecenderungan-kecenderungan alami lainnya.
Apabila manusia telah puas dengan kehidupan material dan duniawi ini, maka ia tak lagi mengejar pertanyaan-pertanyaan tentang dari mana kita datang? Kenapa kita lahir di dunia ini? Dan hendak kemana kita pergi? Atau paling tidak jawaban dari pertanyaan ini tidak ditafsirkan dan diarahkan kepada kehidupan duniawi dan material.
Para pengikut filsafat nihilisme juga melakukan suatu kesalahan besar, karena mereka memandang bahwa kehidupan hakiki hanyalah kehidupan dunia-material. Oleh karena itu, segala hal, termasuk tujuan dan filsafat penciptaan didasarkan dan ditafsirkan berdasarkan watak kehidupan duniawi. Mereka menolak tujuan lain selain ini.
Pandangan yang berlawanan dengan perspektif di atas adalah bahwa kehidupan dunia-material bukanlah tujuan akhir dan hakiki, mereka beranggapan bahwa alam itu tidak terbatas pada alam materi saja melainkan terdapat juga alam akal dan mitsal (barzakh)[1]. Alam-alam ini, walaupun mempunyai tujuan-tujuan sementara, tetapi secara universal memiliki tujuan akhir dan hakiki. Adalah suatu kesalahan apabila kita memandang bahwa kumpulan dari tujuan-tujuan setiap alam itu merupakan tujuan esensial dan hakiki. Tujuan hakiki tak lain adalah tujuan akhir seluruh penciptaan dan realitas kehidupan.
BAB 3
KESIMPULAN
Dengan hati, manusia dapat membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang indah dan mana yang buruk Jika hati manusia bersih, maka ia akan selalu menerima yang haq, menerima yang benar dan menerima yang indah, dan begitu pula sebaliknya.
Dengan akal, manusia dapat mencari ilmu pengetahuan, dapat menemukan dan menciptakan segala sesuatu. Akal yang sehat akan selalu melahirkan ilmu yang bermanfaat, dan menciptakan segala sesuatu yang mempunyai kemashlahatan bagi manusia lainnya, dan begitu pula sebaliknya.
Dengan jasad, manusia dapat beramal sholeh. Manusia yang sholeh selalu berusaha apa yang dilakukannya bisa mendatangkan manfaat, baik bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, agamanya, nusa dan bangsanya.
Maka dari itu asah lah potensi mu dalam meraih impian dan angan-angan untuk masa depan kalian untuk di dunia maupun di akhirat.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.motivasi-islami.com/potensi-manusia/
http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&view=article&id=958:tiga-potensi-manusia&catid=15:hikmah&Itemid=39
potensi manusia
kunci jiwa
Setiap benda perlu ada kunci untuk dibuka. Pintu rumah pun ada kunci, akaun bank pun berkunci (password), termasuklah matlamat kita iaitu Jannah ataupun Syurga Allah SWT. Kunci syurga itu adalah kalimah tauhid kita iaitu kalimah Laa ilaaha illallaah. Kalimah yang terbina daripada 24 huruf ini yang merangkumi kehidupan kita 24 jam sehari.
Nabi bersabda:
“Barangsiapa yang bersaksi bahwa Laa ilaaha illallaah (tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah) maka wajib baginya syurga.”
Rasulullah saw. bersabda:
“Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’, maka siapa yang mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’ terjagalah dariku harta dan jiwanya kecuali dengan haknya. Adapun hisabnya itu urusan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw. bersabda:
“Barangsiapa yang akhir ucapannya (sebelum mati) adalah ‘Laa ilaaha illallaah’ nescaya masuk surga.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Banyakkanlah kita berzikir dengan menyebut kalimah yang utama ini. Inilah kalimah yang kita semua nak sebut atau impikan apabila tiba akhir kalam nanti. Banyakkan usaha untuk memperluaskan lagi kalimah ini.
Yang utama sekali, kita cuba terapkan kalimah ini dalam hati setiap umat Islam. Macam mana nak terapkan? Dengan dakwah ilaallah (Dakwah di jalan Allah). Tiada kejayaan yang lebih besar daripada mati dengan menyebut kalimah Laa ilaaha illallaah di akhir kalam nanti. Kita cuba bawa sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita, jiran-jiran kita kembali kepada Islam. Ada ‘ulama bagitahu, bawa seorang Muslim kembali kepada ajaran Islam lebih besar pahalanya daripada bawak 10 orang bukan Islam kepada Islam.
Oleh itu, tiada yang lagi hebat selain dari amalkan hidup cara Nabi Muhammad SAW. Kita satu-satunya umat yang diwariskan dengan kerja kenabian iaitu kerja dakwah. Luangkanlah masa untuk berjihad di jalan Allah. Luangkan sebulan 3 hari serta luangkan 40 hari dalam setahun dan 4 bulan minimum untuk sepanjang hayat kita. Bersama kita perjuangkan kalimah Laa ilaaha illallaah ini. Hebatnya kalimah ini jika diturunkan di atas gunung yang paling tinggi dan besar di dunia ini, makan akan hancur leburlah gunung itu menjadi debu.
Semoga kita dapat bawa iman apabila mengadap Allah Rabbul Jalil. Iman yang ada dalam diri manusia walaupun sebesar biji sawi lebih besar nikmatnya / ganjarannya daripada 10 kali ganda dunia dan seisinya.
Wallahu’alam. Jaga Diri, Jaga Iman, Jaga Amal.
Read more: http://scripters.ning.com/forum/topics/kunci-jannah#ixzz0xmpldQ00
Warna dalam Mimpi
Kata orang-orang tua dulu mimpi itu bunganya tidur. Mimpi bisa refleksi apa yang kita lakukan dalam satu hari seperti mimpi menjadi pria idaman wanita karena saat ini sedang pede-kate sama seseorang. Mimpi bisa jadi refleksi dari sesuatu yang selalu kita idam-idamkan seperti mimpi mau naik Tugu Monas di Jakarta (Ultah Kota Jakarta) mau naik tapi liftnya malah macet. Hanya bunganya tidur....tapi kalau sahabat masih penasaran ikuti aja kelanjutannya...
Dalam kehidupan manusia, warna merupakan unsur yang sangat penting. Bayangkan saja, bila di dunia ini hanya terdiri dari satu warna saja atau malah gelap sama sekali. Betapa membosankan bukan? Seperti fungsinya dalam kehidupan nyata, warna dalam mimpi juga mempunyai arti dan simbol-simbol tersendiri. Warna apa yang paling dominan di mimpi Anda?
- Merah: Mewakili hawa panas, gairah, api, dan kemarahan. Bila merah sangat dominan dalam mimpi Anda, berarti Anda sedang sangat marah. Bisa juga Anda sedang diingatkan untuk lebih bergairah dan dinamis dalam menjalani hidup.
- Kuning: Melambangkan sinar matahari yang menandakan optimisme dan keceriaan. Pesannya adalah agar lebih bersemangat untuk meraih impian Anda.
- Biru: Melambangkan suasana hati Anda. Biru gelap menggambarkan rasa depresi yang menekan hati Anda, kerinduan akan masa lalu, atau hilangnya romantisme. Sedangkan biru terang menggambarkan gairah menyambut rencana atau proyek baru.
- Hijau: Melambangkan keserasian hubungan Anda dengan lingkungan alam dan orang di sekitar Anda. Coba ingat-ingat, mungkin Anda berada di tengah sebuah percekcokan. Itu berarti Anda dianjurkan untuk segera memperbaiki hubungan Anda.
- Hitam: Menunjukan perasaan tertekan atau stres yang sangat berat, entah dalam kehidupan secara menyeluruh atau karena ulah seseorang yang Anda cintai.
- Putih: Warna putih melambangkaan perasaan yang penuh harapan. Bisa jadi pertanda Anda akan memulai hidup baru (setelah melewati periode transisi). Bisa pula bermakna bahwa Anda telah lepas dari beban atau masalah dan kini siap memulai yang baru.
- Ungu: adalah lambang kekuasaan, kebangsawanan, dan supremasi hukum. Warna ini bisa menyiratkan Anda perlu bersikap lebih bersahaja atau sebaliknya perlu percaya diri.
Nah sudah terjawab belum mimpi yang selama ini selalu menjadi tanda tanya?
Modal utama sebelum melaksanakan ujain sekolah
Mandi-mandi yang disunnahkan Rasulullah
SEORANG TEMAN ADALAH …….
wisdom today
Doa’ ketika malam nisfu sa’ban
Hari-hari yang disunnahkan untuk berpuasa
- Puasa arafah ---9 dzulhijjah---
- Puasa muharram ---10 Muharram---
- 6 hari di bulan syawal ---bulan syawal---
- 15 pertama ---bulan sya’ban—
- 10 hari pertama ---dzulhijjah---
- Senin & kamis ---tiap bulan---
- Bulan qomariyah ---13,14,& 15---
KENAPA KITA HARUS BERSYUKUR ????
ALASAN BUAT KAMU TETAP TERSENYUM SETIAP HARI
MACAM-MACAM ARGUMEN
- · ARGUMEN TEOLOGIS
- · ARGUMEN HUKUM MORAL
- · ARGUMEN FILSAFAT
Become to be pembenrok tangguh...
3 Tips simple langgeng dengan doi
- · Saling tukar pikiran
- · Telusuri lebih dalam dari segi sifat, karakter dan kebiasaanya
- · Cinta tak harus memiliki tapi dengan kesetiaan lah yang bisa mempertahankan hubungan kita.
Bagaimana pun bertahanlah menjadi dirimu !!!!
- Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya memntingkan diri sendiri :bagaimana pun ... maafkanlah mereka !!!!
- Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduh mu bagaimanapun, berbaiklah hatilah !
- Bila engkau sukses, engkau akan mendapatkan beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati : bagaimana pun , jadilah sukses !!!
- Bila engkau jujur dan terbuka mungkin saja orang lain akan menipumu : bagaimanapun , jujurlah dan terbukalah !!!
- Kenaikan yang engkau lakukan hari ini mungkin besok bisa saja sudah dilupakan orang lain : bagaimanapun, berbuat baiklah !!!
Always be your self !!!
4 point menjadi yang terbaik
Niat
Komitmen
Siapkan langkah-langkah (program)
Lakukan langkah-langkah (program) yang telah direncanakan
Pembuktian Dari Mukjizat Nabi Musa
Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng belaka, sekarang mari kita simak uraian berikut ini.
Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam, dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.
Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan, yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya sangat sulit untuk dilihat secara jelas.
Mungkin Allah sengaja melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
Sekarang mari kita perhatikan gambar dibawah ini, Pada bagian peta yang dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800 meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab. Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat.
Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km, dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan yang kita terima jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan, setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!! sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
Pada gambar diatas, menurut para ahli kira-kira disitulah lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah. Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
Read more: Pembuktian Dari Mukjizat Nabi Musa - Asal Kamu Tahu Aja
TIPS UNTUK MENGHADAPI KRITIK DARI TEMAN ATAU ORANG LAIN
1. Ubah Paradigma anda Terhadap Kritik
Teman, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.
Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Anda harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
Anda! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Anda bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Anda. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Anda. Tokoh Anda tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.
Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Anda.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Anda
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.
Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Anda kelak.
Jangan pernah Anda balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.
Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Anda untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Anda.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.
So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)
Mungkin dengan tips ini bisa membantu anda ……thanks ya dah baca. :))))))
Kritik Anda adalah Kue Anda
"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan."
-- Halle Berry, 2005
Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan
Halle Berry, artis peraih Oscar melalui
film James Bond 'Die Another Day' di
tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie
Award.
Razzie Award adalah penghargaan yang
diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk
ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.
Ia adalah orang yang pertama kali
langsung datang ke tempat pemberian
penghargaan tersebut.
Tidak ada Aktor dan Artis lain
sebelumnya yang sanggup datang dan
hanya menyampaikan pesannya melalui
video.
Sambutannya sungguh menarik : "Saya
menerima penghargaan ini dengan tulus.
Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di
film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu
tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."
Tepukan tangan sambil berdiri sebagai
bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya,
sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.
Nah, sekarang, apa arti kritik bagi
Kalian? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga,
atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia
menerima pujian?
Kritik memiliki banyak bentuk...
Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,
sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka
akan kritik.
Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan
jika kita berlaku dan tampil sempurna,
memuaskan semua orang dan mendapatkan
pujian.
Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa
kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala
keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka
mengkritik, daripada dikritik. :-)
Kalau kalian suka sepak bola, pasti
sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya.
Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding
dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)
Belum lagi para pakar dan pengamat
politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik,
seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)
Namun bukan itu permasalahannya!
Pertanyaannya sekarang adalah...
seandainya Kalian mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa
yang harus Anda lakukan?
Jawabannya adalah...
=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya
kue kegemaran kita!
Mungkinkah? Mengapa tidak! :-)
Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.
Kalian ingin tau cara menghadapi kritikan dari teman atau orang lain
Baca tips ku selanjutnya
Filsafat cinta
Cinta menancapkan cakarnya dalam setiap
agama, isme, dan ideologi, Tetapi cinta
menjebakmu di pojok sejarah jika kau salah
mengerti. Untuk dicintai, engkau harus mencintai.
Cintailah iblis, tapi lawanlah iblis dalam hatimu.
Cintailah setan, tetapi lawanlah setan dalam
otakmu. Cintailah musuhmu, Cintailah para
pendosa, Cintailah tiran2 dunia, karena dengan
mencintai mereka, kita mengalahkan mereka.
Lawanlah perbuatan mereka, bukan wujud mereka.
Lawanlah senjata dengan cinta, lawanlah
kejahatan dengan cinta, lawanlah keserakahan
dengan cinta, karena hanya cinta yang mampu
menundukkan mereka.
Cintailah semua, karena semua adalah cinta
SAAT KENYATAAN TAK SAMPAI SESUAI IMPIAN
Teman,
Banyak orang yang merasa frustasi
karena kenyataan mereka tidak sesuai
dengan impian.
Sebagai contoh, ada seorang anak yang
ingin kuliah di Universitas A, tapi
nyatanya biaya tidak mencukupi.
Atau, mereka yg merantau ke kota besar,
bermimpi ingin mendapatkan pekerjaan
berkelas nasional bahkan internasional,
tapi nyatanya yang didapatkan hanyalah
pekerjaan biasa-biasa saja & apa adanya.
Ada juga seorang pengusaha, yg mungkin
mengharapkan kenaikan profit 10 kali,
malah mengalami kebangkrutan.
Apa yang kita harapkan, kadang memang
tidak sesuai dengan kenyataan. Lalu apa
yang harus kita lakukan?
Berikut adalah 3 langkah atau tips yang
bisa kalian lakukan saat mimpi tidak
sesuai dengan kenyataan:
1. Bertindaklah selalu secara fleksibel
dan dinamis
Jika Kalian betul-betul ingin menggapai
kesuksesan, maka diperlukan *kesiapan*
untuk bisa bertindak secara fleksible
dan dinamis terhadap setiap perubahan
yang terjadi.
Sekarang, saya akan buat sebuah analogi
sederhana...
Saat ada badai atau angin topan yang
besar, tidak jarang kita melihat pohon
yang memiliki batang yang sangat besar
tumbang! Apa sebab?
Sebab mereka tidak kuat menahan beban
yang diterima.
Namun coba tengoklah bambu! Karena
batangnya yang lentur, maka bambu bisa
fleksibel bergerak ke segala arah, dan
jarang tumbang!
Nah, begitu pun dengan kita! Jika kita
bertindak dan berpikir dinamis dan juga
fleksibel, maka kita akan lebih tahan
dalam menghadapi tantangan dan
perubahan serta masalah yang datang.
2. Berpikirlah bahwa INILAH yang terbaik
untuk kita!
Saat kenyataan tidak sesuai dengan
impian, percayalah bahwa inilah yang
terbaik untuk kita. Kita tidak pernah
tahu skenario yang telah ditetapkan-Nya.
Karena, segala sesuatu yang menurut
logika kita baik, bisa jadi justru
sebaliknya di mata Tuhan!
Berpikirlah selalu positif atas apapun
yang terjadi pada diri Kalian. Jangan
biarkan satu kegagalan membuat kalian
kecewa, apalagi sampai frustasi dan
berlarut-larut.
Kalian tahu apa yang saya lakukan jika
ada satu mimpi atau keinginan saya
tidak kesampaian? Saya biasa mengatakan:
"Sudahlah Kalian, kamu tdk perlu kecewa,
don't ask me why, it is GOOD for you!
Sekarang kamu dengarkan baik-baik, Allah
akan menggantinya dengan YANG LEBIH BAIK!
Allah SWT tau kamu orang yg baik & bijaksana.
Hidupmu penuh dengan kelimpahan, dan kamu
memang dilahirkan utk slalu jadi pemenang!"
Saya biasa mengatakannya di depan cermin
dengan penuh keyakinan, tentunya saat
saya sendirian! hehe... It works for me! :-)
Kalian juga boleh coba nanti ;-)
Apa yang saya lakukan di atas itu
adalah 'afirmasi'.
Afirmasi adalah kata-kata positif yang
diucapkan berulang-ulang & diyakini untuk
membentuk citra postif untuk mengurangi
sikap-sikap negatif dalam diri kita.
Kata-kata afirmasi ini bisa kita buat/
rancang sendiri, dan lalu bisa diucapkan
secara verbal atau dalam hati. Menurut ahli
Hynotherapy, afirmasi itu akan 'terekam'
oleh alam bawah sadar kita.
Dan jika terus-menerus diucapkan & dengan
penuh keyakinan, maka kita SEDANG atau
AKAN menjadi seperti itu adanya, yang
kita ucapkan! Dengan kata lain, afirmasi
itu sama seperti DO'A.
Okay, sekarang selanjutnya! :-)
Meski saat ini apa yang kita harapkan
belum sesuai dengan impian, namun kita
harus....
3. Tetap Siapkan MENTAL PEMENANG!
Saat kita mengalami kegagalan, lebih
baik instropeksi diri daripada
menyalahkan takdir. Siapa tahu, kita
memang belum siap jadi pemenang! :-)
Bisa jadi kesuksesan hanya akan membuat
kita menjadi sombong, dan karena saking
sayangnya Tuhan kepada kita, Ia tidak
mau hamba-Nya berbuat dosa. :-)
setiap kemenangan itu lebih baik
dirintis dari setiap peluh kita! Akan
lebih baik jika kemenangan itu kita
dapatkan setahap demi setahap.
Banyak orang sukses, tapi kemudian
mereka terjatuh. Ada yang bangkit lagi,
ada yang tidak. Liku hidup setiap
manusia memang tidak sama.
Tapi ingat, kesempatan untuk menang
itu selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali!
Rejeki dan kemenangan itu sungguh tidak
terkira banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di langit! :-)
Sekarang tinggal bagaimana cara Ahya!
Apakah mau meraihnya? atau mengharapkan
turun dengan sendirinya?
Saya sarankan, jangan pernah memilih
yang kedua :-)
Kita semua tahu bahwa yang namanya
kemenangan itu seringkali dimiliki oleh
mereka yang... tdk pernah berhenti berusaha!
The last but not least...
Terkadang Tuhan menutup pintu yang satu,
untuk membuka pintu yang lain...
So, Di Mana Tempat Terbaik Kita?
Teman,
Dimanapun kita berada, maka disitulah
tempat terbaik kita..!
Seringkali kita merasa terkungkung
dengan lingkungan dimana kita berada.
Tidak jarang orang berpikir dan merasa
bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk
bisa meraih sukses.
Misalnya mereka yang hidup di daerah
terpencil, merasa susah, dan jauh untuk
mendapat sentuhan teknologi, atau
menerima informasi terbaru dengan cepat.
Hingga berpikir, begitu susahnya
berjuang dan mengembangkan usaha.
Sebaliknya, mereka yang hidup di kota
besar berpikir betapa sesaknya dunia.
Begitu ketatnya tingkat persaingan
hidup.
Dimana pun berada, saling sikut, saling
senggol, saling tendang. Hingga akhirnya
memutuskan, memang susah untuk menjadi
yang terdepan.
Dalam berjuang segala sesuatunya memang
seringkali tidak sesuai keinginan kita.
Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak
lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.
Padahal sesungguhnya, dimanapun kita
berada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,
tempat di mana kita memperjuangkan apapun
yang kita inginkan.
Sekarang, mari kita renungkan sejenak...
1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa
tempat lain adalah lebih baik, maka
sampai kapan kita akan mulai berjuang?
2. Jika kita selalu saja menunggu
datangnya kesempatan emas di tempat
lain, berapa banyak waktu yang
terbuang, hanya sekadar untuk
menunggunya?
3. Jika kita selalu saja menunda apapun
yang bisa kita lakukan di tempat kita
berada sekarang, maka berapa banyak
kesempatan yang terbuang percuma?
Dan masih banyak lagi hal yang perlu
kita renungkan..!
Karenanya, jika saja kita mau berpikir
bahwa inilah tempat terbaik kita, maka
kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan
untuk membuat segala sesuatunya menjadi
lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!
temanku...
Kita semua memiliki kesempatan emas untuk
menjadi besar & benar dimana saja... asal,
kita mau memperjuangkannya!
scout news
| ||||||





